TSplus Menargetkan Pertumbuhan Pesat di Asia Timur melalui Langkah Strategis di Korea, Jepang, dan Tiongkok

Saat France dan South Korea memperingati 140 tahun hubungan diplomatik, yang ditandai dengan kunjungan kenegaraan terbaru Presiden Emmanuel Macron ke Seoul, TSplus juga memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut melalui strategi ekspansi ambisius di seluruh Asia Timur.

Dalam beberapa bulan terakhir, TSplus, penyedia solusi akses jarak jauh dan distribusi aplikasi asal Eropa, secara aktif berinvestasi di Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok untuk membangun kehadiran yang kuat dan berkelanjutan. Strategi ini menggabungkan kemitraan lokal, pengembangan bisnis yang terarah, serta inisiatif pemasaran khusus guna memposisikan TSplus sebagai alternatif yang kredibel bagi solusi virtualisasi lama.

Kepemimpinan Lokal Dorong Ekspansi Regional

Untuk mendukung pertumbuhannya di Tiongkok, TSplus baru-baru ini menunjuk Michelle Gu sebagai Marketing Director. Dengan pengalaman internasional di Amerika Serikat dan Singapura, serta kemampuan berbahasa Mandarin, Inggris, dan pemahaman bahasa Korea, ia memperkuat visibilitas perusahaan di seluruh kawasan.

Pada saat yang sama, TSplus juga memperluas peran Mariam Essafi sebagai Country Manager untuk Korea Selatan dan Jepang. Selama misi dua bulan, ia memimpin berbagai kegiatan langsung di lapangan di seluruh kawasan, termasuk menjalin hubungan dengan mitra, eksplorasi pasar, dan inisiatif pemasaran lokal.

Setelah singgah di Tokyo untuk bertemu dengan mitra yang sudah ada maupun calon mitra baru, fokus pekerjaannya beralih terutama ke Korea Selatan, dengan sejumlah pertemuan penting diadakan di Seoul — khususnya di distrik bisnis Gangnam — serta di Busan dan Sejong.

Membangun Jaringan Mitra TI Strategis di Korea

Di Korea, Mariam Essafi menjalin komunikasi dengan berbagai pelaku teknologi untuk membangun fondasi masuknya TSplus ke pasar lokal. Di Seoul, ia bertemu dengan Mohamad Bahaedin, CEO DanaIX, serta Mahdi Sahlabadi, seorang pakar teknologi. Berbasis di Gangnam, DanaIX mengoperasikan sekitar 10.000 mesin virtual dan baru-baru ini bermitra dengan KT Corporation untuk menyediakan layanan Infrastructure-as-a-Service (IaaS).

Diskusi yang dilakukan berfokus pada pengembangan penawaran bersama bertajuk “Windows Cloud Server with Secure Remote Access – powered by TSplus”, yang menggabungkan infrastruktur dan perangkat lunak menjadi solusi ruang kerja aman siap pakai, serta diposisikan sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dibandingkan AWS maupun Azure.

Ia juga bertemu dengan Mr. Yoon, Country Director untuk sektor publik di Amazon Web Services (AWS) Korea, serta perwakilan dari systemsGo, penyedia solusi TI dan AV terkemuka di kawasan APAC selama lebih dari 25 tahun. Diskusi dengan Marc Breynart yang berbasis di Tokyo dan Scarlett Kim yang berbasis di Seoul membuka peluang untuk potensi kemitraan. Webinar bersama direncanakan akan digelar dalam beberapa bulan mendatang.

Diskusi lanjutan juga dilakukan dengan IT Concept, yang diwakili oleh Tanguy Dupiol, anggota dewan La French Tech Seoul, serta Sylvère Smoliga, CEO perusahaan tersebut. Meski masih baru mengenal TSplus, perusahaan itu menyatakan ketertarikannya untuk merekomendasikan solusi TSplus kepada para kliennya.

Kegiatan lainnya juga mencakup pertemuan dengan tim Busan IT Industry Promotion Agency (BIPA), organisasi publik utama yang mendukung inovasi di bidang teknologi, serta diskusi lanjutan di Sejong bersama Seabury Solutions. Dalam pertemuan tersebut, Mariam bertemu dengan Anders, yang baru-baru ini dinobatkan sebagai “Entrepreneur of the Month” oleh sebuah publikasi lokal. Seiring berkembangnya pembahasan, TSplus dan Seabury kini tengah menjajaki potensi kolaborasi dan secara aktif menguji solusi bersama. Kolaborasi tersebut mencakup implementasi platform simulasi kolaboratif yang dirancang untuk industri dengan kebutuhan keamanan data tinggi, seperti energi nuklir dan pertahanan.

Share this post

Loading...