Kemitraan ini mencerminkan fokus utama konferensi dalam mengubah teknologi baru menjadi solusi industri yang tepercaya dan dapat diterapkan secara luas.
SINGAPURA – Singapura memperluas kapabilitas yang diperlukan untuk membawa solusi manufaktur aditif dari tahap penelitian ke penerapan industri melalui tiga kemitraan global dan industri yang diumumkan bersamaan dengan penyelenggaraan Global Additive Manufacturing Summit (GAMS) 2026, yang mengusung tema “Membangun Industri yang Tangguh melalui Manufaktur Aditif dan Kecerdasan Buatan (AI)”.

Ketiga kemitraan tersebut melibatkan National Additive Manufacturing Innovation Cluster (NAMIC), Additive Innovation Centre (AIC) milik A*STAR, Bavaria Makes, ASTM International, serta perusahaan lokal ATC Globe Holdings (ATC), Forefront Additive Manufacturing, dan GD Precision (GDP). Secara keseluruhan, kemitraan ini akan:
Memperkuat hubungan di bidang penelitian dan pengembangan (R&D), perusahaan rintisan, akses pasar, dan pengembangan talenta antara Singapura dan Bavaria.
Menciptakan jalur yang lebih terintegrasi bagi perusahaan untuk mengembangkan solusi manufaktur aditif, mulai dari tahap penelitian dan desain hingga menjadi komponen yang siap diproduksi.
Memajukan standardisasi, kualifikasi industri, dan pengembangan tenaga kerja di bidang manufaktur aditif serta teknologi terkait.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan utama guna memperluas penerapan manufaktur aditif di sektor industri, mulai dari pengembangan dan validasi solusi baru hingga proses kualifikasi untuk produksi, pengembangan tenaga kerja terampil, serta menghubungkan perusahaan dengan mitra dan pasar internasional.
“Manufaktur aditif dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang baru yang menarik bagi perusahaan untuk mempercepat penemuan material, meningkatkan desain produk, serta membawa produk dan solusi ke pasar dengan lebih cepat dari sebelumnya. Tantangannya, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM), adalah meningkatkan skala inovasi ini agar dapat diterapkan secara luas, melampaui tahap uji coba. GAMS mempertemukan para pemimpin industri, wirausahawan, peneliti, dan investor untuk membangun kemitraan yang membantu perusahaan mempercepat adopsi teknologi dan mengubah inovasi menjadi dampak nyata,” ujar Dr. Ho Chaw Sing, Direktur Eksekutif Science & Engineering Research Council (SERC) A*STAR sekaligus Chief Executive Officer NAMIC.

Menghubungkan Perusahaan dan Peneliti Singapura dengan Pemimpin Industri Global
NAMIC telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) selama empat tahun dengan Bavaria Makes, yang anggota pendirinya mencakup sejumlah pelaku industri global, yaitu Siemens, Colibrium Additive, Oerlikon, dan EOS, bersama Bayern Innovativ serta Technical University of Munich. Kemitraan ini akan menghubungkan perusahaan, perusahaan rintisan, dan peneliti Singapura dengan ekosistem manufaktur aditif di Bavaria melalui proyek penelitian dan pengembangan (R&D) bersama serta industrialisasi, pengujian dan validasi teknologi baru, pengembangan perusahaan rintisan dan akses pasar, serta pertukaran talenta peneliti yang lebih intensif di kedua wilayah.
Mempercepat Adopsi Industri dan Pengembangan Talenta
Selain memperkuat kolaborasi internasional, GAMS 2026 juga menyoroti berbagai inisiatif yang bertujuan mengembangkan kapabilitas manufaktur dan tenaga kerja di Singapura agar siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Additive Innovation Centre (AIC) milik A*STAR, dengan dukungan NAMIC, telah menjalin kolaborasi selama lima tahun dengan perusahaan lokal ATC Globe Holdings (ATC), Forefront Additive Manufacturing, dan GD Precision (GDP). Dengan menggabungkan kapabilitas R&D, produksi aditif, penyelesaian presisi, perlakuan, dan pengujian, kemitraan ini akan membantu perusahaan beralih dari tahap pengembangan ke penerapan industri secara lebih efisien.

NAMIC juga memperdalam kemitraan strategisnya dengan ASTM International, salah satu organisasi pengembang standar terkemuka di dunia. Sejak 2018, kolaborasi ini telah menghasilkan empat standar internasional ASTM yang dikembangkan di Singapura, mencakup berbagai bidang seperti panduan desain untuk komponen hasil pencetakan 3D berbahan polimer dan format data terstandardisasi untuk pemantauan proses powder bed fusion.
Kolaborasi tersebut juga telah menghasilkan tiga program pelatihan profesional terakreditasi ASTM yang membekali lebih dari 120 orang dengan keterampilan di bidang manufaktur aditif.
GAMS 2026 menarik lebih dari 400 delegasi dari 15 negara, termasuk para eksekutif industri terkemuka dan peneliti. Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) 2026, platform manufaktur canggih terkemuka di kawasan Asia-Pasifik.
Share this post
