PT Pertamina (Persero), perusahaan energi terintegrasi milik negara Indonesia, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Halliburton, penyedia layanan dan teknologi energi global, untuk mempercepat penerapan solusi konstruksi sumur dan stimulasi canggih di seluruh Indonesia.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengevaluasi peluang penerapan hydraulic fracturing multi-tahap, stimulasi asam, serta teknologi penyemenan canggih. Kolaborasi ini juga akan menjajaki integrasi sistem otomasi closed-loop dan aplikasi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi pengeboran serta mengoptimalkan kinerja rekahan pada sejumlah aset darat terpilih.
Kerja sama ini merupakan bagian integral dari transformasi berkelanjutan produksi hulu Pertamina, dalam rangka meningkatkan lifting nasional dan memastikan pasokan energi yang andal. Dengan dukungan teknologi canggih dan keahlian global, kami yakin lapangan-lapangan mature dapat direvitalisasi dan dioptimalkan untuk membuka potensi penuhnya, sehingga kembali produktif dan berkontribusi terhadap produksi energi nasional.
— Simon A. Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina
“Halliburton mengintegrasikan metodologi nonkonvensional yang telah teruji dengan pemahaman reservoir lokal untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kapabilitas lokal, serta menghadirkan solusi berbasis teknologi yang memaksimalkan nilai aset bagi pelanggan kami,” ujar Martin White, Senior Vice President Asia Pacific, Halliburton. “Tim kami menghadirkan pengalaman global ke operasi lapangan lokal untuk meningkatkan efektivitas stimulasi dan mengoptimalkan produksi.”
MoU ini semakin memperkuat kehadiran Halliburton dalam segmen penyelesaian sumur nonkonvensional di Indonesia serta menegaskan model kolaboratif perusahaan yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja dan membuka nilai lebih besar dari aset energi.
Share this post
