Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Potensi FOG sebagai Bahan Baku Biofuel, Dukung Pengembangan Bisnis Rendah Karbon

PT Pertamina (Persero) dan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) menjajaki peluang pemanfaatan Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Penjajakan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Direktur Utama PAL Jaya, Untung Suryadi.

MoU tersebut menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan FOG yang dihasilkan dan/atau dikelola PAL Jaya sebagai alternatif bahan baku dalam pengembangan biofuel. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor energi dan pengelolaan air limbah melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Melalui konsep ekonomi sirkular, limbah tidak lagi dipandang sebagai hasil akhir suatu proses, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Penjajakan pemanfaatan FOG ini menjadi upaya untuk mengubah limbah yang selama ini memerlukan penanganan menjadi sumber daya potensial yang dapat mendukung kebutuhan sektor energi.

Bagi Pertamina, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis rendah karbon (low-carbon business) melalui optimalisasi sumber daya alternatif. Pendekatan waste to energy atau pengolahan limbah menjadi energi memberikan peluang untuk mengidentifikasi potensi limbah yang dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan salah satu langkah konkret perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” ujar Oki.

Melalui kolaborasi ini, Pertamina dan PAL Jaya akan melakukan kajian lebih mendalam mengenai potensi FOG sebagai bahan baku biofuel. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi landasan untuk menentukan peluang dan arah pengembangan kerja sama pada tahap berikutnya.

Selain itu, penjajakan ini berpotensi menciptakan nilai tambah melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Dengan melakukan kajian lebih lanjut, kedua pihak dapat mengidentifikasi potensi yang tersedia sebagai dasar untuk menetapkan langkah strategis selanjutnya.

Share this post

Loading...