Bertahan dari Suhu 500°C Saat Kembali ke Bumi: DJI Osmo Action 6 Menjadi Kamera Konsumen Pertama yang Merekam Peluncuran dan Pemulihan Roket dari Perspektif POV
DJI, pemimpin global dalam teknologi drone sipil dan kamera kreatif, hari ini mengumumkan keberhasilan bersejarah kamera Osmo Action 6 miliknya yang diluncurkan ke luar angkasa dan berhasil kembali memasuki atmosfer Bumi. Ekosistem perangkat pencitraan DJI yang lengkap, termasuk Osmo 360 II yang akan segera hadir, digunakan untuk membangun jaringan pengambilan gambar di lokasi yang mencakup area dari udara hingga darat.
Dalam peluncuran dan pemulihan roket Zhuque-3 yang dapat digunakan kembali milik LandSpace, perusahaan swasta di bidang kedirgantaraan komersial, sebanyak dua belas kamera DJI Osmo Action 6 dipasang langsung pada badan tahap pertama roket. Momen ini menandai pertama kalinya kamera aksi kelas konsumen digunakan untuk merekam proses peluncuran dan pemulihan roket luar angkasa tanpa modifikasi khusus. Kamera Osmo Action 6 mampu bertahan dalam kondisi ekstrem dengan suhu operasional hingga 500°C saat roket melaju ke luar angkasa dan kembali ke Bumi. Kamera tersebut juga berhasil merekam footage dari perspektif orang pertama sepanjang perjalanan, mulai dari penyalaan mesin dan lepas landas, perjalanan menembus atmosfer, hingga pendaratan dan pemulihan tahap pertama roket.

Osmo Action 6 Diluncurkan ke Luar Angkasa Tanpa Modifikasi
Kamera Osmo Action 6 dipasang di sejumlah titik penting pada badan tahap pertama roket, sehingga mampu memberikan perspektif orang pertama yang merekam seluruh proses peluncuran dan pemulihan. Footage ini menghadirkan sudut pandang yang berbeda dibandingkan rekaman sebelumnya yang umumnya hanya menampilkan perjalanan satu arah atau perspektif dari luar angkasa.
Bagi industri penerbangan antariksa komersial, di mana penggunaan kembali roket menjadi salah satu faktor penting untuk menekan biaya, footage berkualitas tinggi tersebut memberikan wawasan berharga bagi para insinyur kedirgantaraan. Rekaman ini dapat digunakan untuk meninjau proses pemulihan, mengevaluasi kondisi badan tahap pertama roket, mengidentifikasi potensi masalah, serta membantu mereplikasi proses pemulihan yang berhasil.
Osmo Action 6 Bertahan dalam Kondisi Ekstrem di Luar Angkasa
Pengambilan footage tersebut menghadirkan tantangan teknis yang luar biasa. Selama fase pendakian dan masuk kembali ke atmosfer, pemanasan aerodinamis dapat meningkatkan suhu permukaan roket hingga sekitar 400°C–500°C, sementara mesin dan kondisi penerbangan menghasilkan getaran berfrekuensi tinggi dan berintensitas tinggi secara terus-menerus. Tantangan semakin besar ketika roket melewati “zona blackout” di atmosfer, yang dapat menyebabkan komunikasi eksternal terputus sepenuhnya.
Meskipun menghadapi kondisi ekstrem tersebut, DJI Osmo Action 6 menunjukkan ketahanan yang luar biasa untuk sebuah kamera konsumen yang diproduksi secara massal. Struktur terintegrasi berkekuatan tinggi memungkinkan kamera bertahan dalam lingkungan yang keras, sementara kemampuan perekaman secara langsung di dalam perangkat membuatnya tidak bergantung pada komunikasi eksternal selama berada di zona blackout. Hasilnya, kamera mampu mempertahankan rekaman berdefinisi tinggi dan membawa seluruh data yang direkam kembali ke Bumi dalam kondisi utuh.
Osmo Action 6 Menghasilkan Footage yang Stabil dan Jernih
Algoritma stabilisasi generasi terbaru yang sangat kuat pada Osmo Action 6 memungkinkan kamera menghasilkan footage yang tetap stabil dengan meredam guncangan gambar akibat getaran berfrekuensi tinggi pada badan roket tanpa melakukan crop berlebihan pada frame. Bahkan selama peluncuran dengan beban gravitasi (g-load) tinggi dan manuver besar saat penyesuaian sikap tahap pertama, Osmo Action 6 mampu menghasilkan footage yang halus dan koheren, sekaligus mempertahankan detail serta perubahan sikap roket selama penerbangan.
Kamera ini juga mampu menghasilkan footage yang jernih dalam kondisi pencahayaan luar angkasa yang sangat kompleks, membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi lingkungan ekstrem. Dilengkapi sensor large-format persegi berukuran 1/1,1 inci yang dikembangkan secara khusus, kamera ini mendukung perekaman hingga 4K/120fps serta rentang dinamis tinggi hingga 13,5 stop. Kemampuan tersebut memungkinkan kamera beradaptasi dengan kondisi pencahayaan yang kompleks selama penerbangan, mulai dari sinar matahari intens di ketinggian, backlighting di ketinggian rendah, hingga kondisi berpasir dan berdebu.
Footage yang dihasilkan mampu mempertahankan detail highlight dan shadow yang kaya, sekaligus merekam dengan jelas momen-momen penting berkecepatan tinggi seperti penyalaan mesin, penyesuaian sikap menggunakan grid fin, dan peredaman saat pendaratan.
Kamera DJI, Termasuk Osmo 360 II yang Akan Hadir, Merekam Peluncuran dari Dekat di Lokasi
Selain perspektif orang pertama dari kamera yang dipasang pada roket, ekosistem pencitraan DJI yang lengkap digunakan untuk membangun jaringan pengambilan gambar di lokasi yang mencakup area dari udara hingga darat. Sistem ini mencakup DJI Mavic 4 Pro untuk fotografi udara, DJI Matrice 4TD untuk pencitraan termal, Osmo 360 II untuk footage panorama 360°, serta Osmo Pocket 4P untuk video berkualitas sinematik.
Secara bersama-sama, perangkat pencitraan DJI tersebut menyediakan pemantauan dari ketinggian, pemantauan termal, serta footage di balik layar dari area darat. Dengan menggabungkan berbagai perspektif dan meminimalkan blind spot, ekosistem pencitraan DJI berhasil mendokumentasikan momen bersejarah dalam dunia kedirgantaraan ini dari berbagai sudut.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai masing-masing produk DJI, silakan kunjungi: www.dji.com
Share this post
