Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

PT PAL Indonesia menilai bahwa sektor industri pertahanan maritim berpotensi besar menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Teknologinya, Briljan Gazalba, menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas pertahanan laut tidak hanya penting untuk menjaga keamanan negara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui efek berganda.

Gambar 2. CTO Briljan Gazalba [batik] pasca pemaparan di Diskusi Panel Kuliah Kerja Dalam negeri (KKDN) Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026, di Jakarta

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa penggabungan dan penguatan galangan kapal nasional merupakan langkah strategis untuk memperkokoh struktur industri secara menyeluruh. Sinergi antara galangan milik BUMN dan swasta diyakini dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyelaraskan standar kualitas, serta memperkuat kemampuan dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.

PT PAL Indonesia menilai bahwa sektor industri pertahanan maritim berpotensi besar menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Teknologinya, Briljan Gazalba, menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas pertahanan laut tidak hanya penting untuk menjaga keamanan negara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui efek berganda.

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa penggabungan dan penguatan galangan kapal nasional merupakan langkah strategis untuk memperkokoh struktur industri secara menyeluruh. Sinergi antara galangan milik BUMN dan swasta diyakini dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyelaraskan standar kualitas, serta memperkuat kemampuan dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.

Untuk menjaga agar dampak tersebut berkelanjutan, Briljan Gazalba menegaskan bahwa transformasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri maritim nasional. Ia menjelaskan bahwa transformasi tidak hanya terbatas pada penguatan teknologi dan fasilitas produksi, tetapi juga meliputi perubahan mindset, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan integrasi antarindustri, serta kesiapan menghadapi dinamika geopolitik dan ancaman maritim yang kian kompleks.

“Dengan transformasi yang menyeluruh, konsolidasi industri tidak hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga mendorong terciptanya industri maritim nasional yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Briljan Gazalba juga menekankan pentingnya menjaga wilayah perbatasan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki nilai strategis tinggi dalam konteks pertahanan negara. Ia menyatakan bahwa keberadaan armada maritim yang kuat, andal, serta diproduksi di dalam negeri menjadi faktor penting dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Sebagai tambahan, Diskusi Panel KKDN Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 mengangkat tema “Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara di Laut”. Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, industri pertahanan, hingga TNI-Polri.

Share this post

Loading...