EnPower, Inc., produsen sel baterai lithium-ion berdaya tinggi asal Amerika Serikat, dan Echion Technologies Ltd, pengembang teknologi anoda berbasis niobium XNO®, telah mengumumkan kemitraan untuk mengembangkan dan memproduksi sel baterai canggih di Amerika Serikat bagi pasar robotika industri di Amerika Utara.
Melalui kolaborasi yang telah diformalkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani ini, kedua perusahaan akan menggabungkan material aktif XNO® dari Echion dengan kemampuan desain dan manufaktur sel baterai milik EnPower untuk menghasilkan sel yang dirancang khusus bagi automated guided vehicles (AGV), robot industri seperti sistem humanoid, serta infrastruktur penting lainnya, termasuk sumber daya untuk pusat data AI.
Perjanjian ini menetapkan EnPower sebagai mitra manufaktur sel XNO® di Amerika Utara untuk pasar-pasar tersebut. Kedua perusahaan juga berencana mempererat kerja sama seiring dengan berkembangnya program bersama mereka.

Kemitraan ini hadir ketika Amerika Serikat semakin tegas dalam mengamankan rantai pasok yang mendukung robotika generasi berikutnya. Pada akhir Juli 2026, Federal Communications Commission (FCC) menambahkan robot humanoid, robot berkaki empat, dan robot bergerak lainnya yang dibuat di luar negeri, serta inverter daya yang terhubung, ke dalam Covered List untuk peralatan yang dinilai menimbulkan risiko keamanan nasional yang tidak dapat diterima. Langkah ini secara luas disebut menargetkan China. Kebijakan tersebut sejalan dengan berbagai langkah federal sebelumnya terhadap drone buatan China serta pembatasan baterai yang diproduksi di China berdasarkan National Defense Authorization Act (NDAA). Hal ini menunjukkan arah yang semakin jelas: teknologi-teknologi penting dalam dekade mendatang akan bergantung pada rantai pasok yang terpisah dan terpercaya.
Seiring dengan berkembangnya industri robotika di Amerika Utara, produsen akan membutuhkan sumber perangkat keras yang aman dan tidak bergantung pada China untuk komponen-komponen paling penting, dengan baterai menjadi salah satu kebutuhan utama yang berlaku di seluruh sektor. EnPower merupakan salah satu dari sedikit produsen sel baterai di Amerika Utara yang memiliki kemampuan produksi end-to-end, dari “powder-to-product”, serta memiliki kapasitas yang sesuai untuk melayani pelanggan di sektor robotika, sistem mission-critical, dan infrastruktur penting. Hal ini menempatkan EnPower pada posisi strategis untuk menjadi mitra baterai tepercaya bagi industri robotika yang sedang berkembang dan bersaing dengan China.
Robot industri sangat bergantung pada uptime. Setiap menit yang dihabiskan oleh armada automated guided vehicles (AGV), autonomous mobile robots, serta platform humanoid dan berkaki empat yang sedang berkembang untuk mengisi daya berarti hilangnya waktu produktif. Begitu pula, setiap penurunan performa akibat berkurangnya kapasitas baterai dalam penggunaan intensif akan meningkatkan beban belanja modal. Teknologi anoda XNO® dari Echion dirancang khusus untuk kondisi tersebut. Dengan memanfaatkan struktur dan kimia material yang unik, teknologi ini memungkinkan sel baterai mengisi daya hanya dalam hitungan menit, melakukan pengisian dan pengosongan berdaya tinggi secara berulang hingga puluhan ribu siklus, beroperasi dalam rentang suhu yang luas, serta mempertahankan tingkat keamanan intrinsik yang tinggi. Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya menghindari sepenuhnya lithium plating yang tidak diinginkan, yaitu fenomena yang membatasi kemampuan pengisian cepat pada sel baterai konvensional.
EnPower akan membawa keunggulan material tersebut ke tahap produksi di fasilitasnya di Indianapolis. Selain itu, EnPower berencana memadukan material Echion dengan teknologi integrated ceramic separator miliknya untuk meningkatkan pembuangan panas, stabilitas termal, dan keamanan pada tingkat sel. Hal ini semakin penting seiring robot beroperasi dengan daya yang lebih tinggi dan dalam jarak dekat dengan manusia. Kombinasi kedua teknologi tersebut menghasilkan portofolio sel baterai buatan Amerika Serikat yang memiliki keunggulan berbeda dibandingkan produk lainnya.
“EnPower sedang membangun manufaktur baterai untuk mendorong kemandirian teknologi Amerika,” ujar Adrian Yao, Pendiri dan CEO EnPower. “Kekuatan yang sebelumnya mengubah rantai pasok drone kini juga membentuk kembali industri robotika, dan kami memiliki kapasitas yang tepat untuk memproduksi baterai berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk mendukung teknologi-teknologi penting yang sedang berkembang ini. Material anoda Echion memberikan kemampuan khusus yang tidak dapat diperoleh dari sel baterai komoditas.”
“XNO® dirancang untuk menggerakkan mesin industri yang tidak dapat mentoleransi downtime, dan Amerika Serikat bergerak cepat untuk membangun mesin-mesin tersebut di dalam negeri,” ujar Jean de la Verpillière, Co-founder dan CEO Echion. “Kami senang dapat bermitra dengan EnPower untuk memproduksi sel baterai berbasis XNO® di Amerika Utara. Kami terkesan dengan kemampuan engineering mereka yang mendalam dan melihat produksi domestik sebagai keunggulan penting bagi pasar Amerika Serikat.”
Meskipun fokus awal kemitraan ini adalah robotika industri, kedua perusahaan berencana memperluas kolaborasi ke berbagai pasar yang memiliki kebutuhan serupa akan daya ultra-tinggi, uptime, dan total cost of ownership (TCO). Hal ini mencakup baterai untuk kendaraan industri berat, kendaraan hybrid industri, serta sistem penyimpanan berdaya tinggi yang dibutuhkan untuk load buffering pada pusat data AI. Program-program khusus akan diformalkan melalui perjanjian terpisah seiring dengan perkembangan masing-masing program.
Share this post
