ABB telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan dampak tekstil asal Swedia, Syre, untuk bersama-sama menjajaki teknologi yang mendukung pengembangan pabrik daur ulang tekstil-ke-tekstil pertama milik Syre di Vietnam.

Perjanjian ini menetapkan kerangka kerja kolaborasi untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi otomasi, elektrifikasi, dan digital dari ABB dapat berkontribusi pada operasi yang aman, efisien, dan skalabel. Selain itu, kerja sama ini juga akan mengkaji bagaimana kapabilitas tersebut dapat lebih mengoptimalkan proses serta kinerja kontrol kualitas, seiring ambisi Syre dalam memproduksi poliester sirkular dalam skala industri.
Pabrik yang direncanakan di Provinsi Gia Lai, Vietnam, ditujukan untuk mendaur ulang poliester dari tekstil bekas dan limbah industri menjadi material poliester daur ulang baru. Poliester merupakan salah satu serat yang paling banyak digunakan di dunia dan umumnya diproduksi dari sumber berbasis fosil. Daur ulang poliester membantu mengurangi ketergantungan pada bahan baku fosil baru, menekan dampak iklim, serta menjaga material bernilai tetap beredar, sehingga mendukung transisi menuju industri tekstil yang lebih sirkular.
Dalam MoU tersebut, ABB dan Syre akan mengevaluasi bagaimana teknologi ABB—termasuk sistem kontrol terdistribusi, perangkat lunak industri digital, serta portofolio elektrifikasi—dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik daur ulang tekstil-ke-tekstil berbasis poliester. Kegiatan ini diharapkan berjalan seiring dengan tahap rekayasa rinci dari pabrik pertama Syre.
“Perjanjian ini mencerminkan peran ABB dalam mendukung aplikasi industri baru di mana otomasi dan elektrifikasi dapat meningkatkan efisiensi sumber daya,” ujar Wilson Monteiro, Global Business Line Manager untuk Pulp, Paper and Fiber di divisi Process Industries ABB. “Bersama Syre, kami akan mengeksplorasi bagaimana pengalaman kami dalam pengolahan serat, kimia, dan industri proses lanjutan dapat diterapkan pada daur ulang poliester. Kami antusias melihat potensi yang dapat dicapai dari kolaborasi teknologi ini.”
“Seiring kami memasuki tahap implementasi industri penuh, kemitraan seperti ini menjadi sangat penting,” kata Dennis Nobelius, CEO Syre. “Mengindustrialisasi daur ulang tekstil-ke-tekstil adalah tantangan yang kompleks. Selain permintaan pasar yang kuat, kami juga membutuhkan mitra industri terbaik. ABB menghadirkan keahlian dan kemampuan eksekusi yang tepat, menjadikannya bagian penting dari ekosistem industri yang kami bangun.”
Sejak peluncuran publiknya dua tahun lalu, Syre telah dengan cepat membangun fondasi teknologinya, termasuk mendirikan fasilitas R&D dan lini produksi percontohan di Mebane, North Carolina. Pada 2025, perusahaan ini berhasil meningkatkan produksi hingga skala multi-ton untuk chip PET sirkular, membuktikan kelayakan proses daur ulang tekstil-ke-tekstil. Saat ini, Syre fokus pada pengembangan fasilitas produksi skala besar pertamanya di Vietnam, dengan target konstruksi dimulai pada 2027.
Meskipun masih bersifat eksploratif, kemitraan ini menegaskan komitmen ABB dalam mendorong generasi baru industri berbasis serat. Seiring material sirkular beralih dari sekadar konsep menjadi realitas industri, ABB terus memanfaatkan keahlian otomasi, elektrifikasi, dan digitalnya untuk mendukung produksi yang efisien dan skalabel.
Share this post
